Semakin maraknya bisnis tokek (geckoo) yang dijalani sebagian besar orang Indonesia, dikarenakan isu harga jual yang tinggi (katanya bisa nyampe Em-Eman) sering membuahkan


pertanyaan,..is it real??...
Begitu pula halnya dengan saya,..bikin penasaran deh,...apa bener??
Beberapa sahabat dan teman dekat juga mulai terkontaminasi dengan bisnis ini,..
setelah ngobrol dan tanya sana sini situ,..beberapa teman diantaranya bilang bahwa bisnis Tokek memang benar terjadi,..ada sebagian teman yang dulunya memang sempat menuai hasil dari jual beli Tokek,.. Sebut Saja temen saya Pak B" sudah pernah menjual Tokek kepunyaannya dengan berat 4 ons waktu itu harga per ons nya mencapai Rp.200.juta, bila di kali 4 ons bisa jadi Rp. 800 juta per ekor doong,...weleh-weleh,...dia unjukin mobil Nissan Serena nya,..katanya itulah dia "mobil Tokek",...yaa sebagian hasil jual Tokek miliknya wkwkwk...
Katanya sekarang harga Tokek malah semakin melambung Tinggi, per ons untuk berat 4 ons panjangnya 56 cm, harga Per ons nya bisa mencapai 30 Milyar lebih,..Busyeet...!!,...Emang itu asli Boss tanya saya,.."ASELI Mas..!!" ujarnya..kan saya kenal "BUYERnya(Pembeli)"..!!" jawabnya dengan percaya diri.
"Buyer itu asli dan real ada, ya tapi nggak terlalu banyak,..TAPI,...yang ngaku-ngaku Buyer lebih banyak lagi,..yaa sejumlah seluruh rakyat Indonesia lah..." ceritanya sambil ketawa,...
Memang menurut Pak B" sekarang ini banyak sekali Mediator tengah antara buyer dan pemilik Tokek yang memanfaatkan situasi ini menjadi sumber penghasilan mereka,...mereka sama sekali tidak pernah berkeinginan untuk membeli atau menjualkan Tokek,..mereka cuman mengandalkan Foto dan info jogklok untuk proyek "Ngamen" mereka,..dalam kata lain P.O...alias Proyek ongkos,..
Haji M" pemilik Tokek yang saya temuin, bercerita bahwa dia mempunyai Tokek berat 2,8 ons, yang dulunya beratnya sekitar 3 ons,..yang menyusut dikarenakan Tokeknya mengalami stress karena keseringan di foto(kayak foto model dong), Diukur dan ditimbang,...tapi walhasil,..dari sekian ratus yang datang ke rumahnya di Tangerang yang mengaku buyer,..tidak pernah memenuhi janji mereka untuk membeli Tokek miliknya,..dengan alasan yang tidak jelas..Las...malahan ada yang berani ngejaminin sepeda motornya di tinggalin di Rumah Pak Haji,..tp gak pernah balik lagi,.dengan buyernya...(Assiiik dapet motor Gratiss..tp bodong)...
Setelah saya kroscek dan pertemukan dengan teman saya dan kita tanyakan kenapa dengan begitu banyak mediator dan buyer yang datang ke rumah Haji M" tapi Tokeknya gak di beli-beli,..akhirnya temen saya memberikan penjelasan yang sangat presisi,..tentang Kriteria Tokek,..Apa sih kriteria yang dicari buyer Asli dan tidak difahami oleh si pemilik/penjual Tokek,..Yaitu karena Tokek yang dicari memang tidak masuk kriteria atau masih kecil,...
Tokek dengan berat 2,5 ons terhitung masih bayi,..dan belum bisa difungsikan sebagai bahan dasar obat tertentu, yang menjadi permasalahan seluruh tubuh Tokek bisa dimanfaatkan sebagai obat,..kalau Tokeknya masih kecil ya cuman sedikit yang bisa di ambil sebagai bahan dasar obat.
Apa sih yang di ambil dari Tokek??
97% penyakit kanker dan Aids dapat disembuhkan dengan bahan dasar dari bagian2 tubuh Tokek,..seperti Lidah,..Kulit, Daging dan sumsum Tulang belakangnya,..kalau Tokek minimal berat 4 ons , pengambilan sumsum tulang belakangnya bisa berkali-kali, karena tokeknya lebih lama masa hidupnya dan mampu meregenerasi produksi sumsum tulang belakangnya, sehingga panjang dari ukuran tokek pun berpengaruh pada jumlah sumsum Tulang belakangnya.
"Kalau Tokeknya masih kecil sumsum tulang belakangnya cuman mampu ddiambil 1 kali saja, lantas dia akan mati. Itulah sebabnya kenapa Tokek yang kecil tidak bisa di jual karena masih dalam tahap perkembangan."
Kenapa sih Harus Tokek dari Indonesia?? kan banyak di negara lain juga.?
Sebenernya banyak jenis-jenis tokek di dunia ini, hanya yang paling bagus dan dapat dibuat serum(obat) adalah Tokek asal Indonesia,..makanya dari luar negeri pun banyak sekali orang (Buyer) yang datang ke Indonesia untuk berburu Tokek.
Perburuan Tokek dikarenakan Harganya yang menggiurkan semakin marak, tetapi berdampak kepincangan buat ekosistem habitat hewan dan mengancam kepunahan Tokek dikarenakan perburuan dan penangkapan yang tidak didasari pengetahuan yang cukup memadai, dan semena-mena,..hampir setiap Tokek walaupun yang masih bayi sudah di tangkap orang bukan untuk dilestarikan tetapi untuk diperjual belikan
Sosialisasi dari Pihak Buyer pun seharusnya lebih disebarluaskan kepada masyarakat dan pelaku bisnis Tokek,..dengan kata lain biarkanlah anak-anak Tokek itu berkembang biak dahulu,..atau kita ternakan yang ada tunggu dan peliharalah yang baik dan sabar, sehingga kalaupun Tokek itu siap Panen,..setidaknya sebelum kita jual kita telah mengembang biakan terlebih dahulu , dan nasib hewan ini tidak akan semakin menipis jumlahnya dan mengalami kepunahan dan mempengaruhi ekosistem kehidupan.
"Sesungguhnya semua penyakit dan kerusakan serta bencana yang terjadi, adalah kesalahan manusianya sendiri yang melakukan pengrusakan pada bumi ini..."